Bung Karno adalah seorang orator handal. Beliau mampu menyihir pendengar di setiap pidatonya. Bukan hanya isinya yang menggugah, tapi Bung Karno pandai mengolah suaranya untuk menekankan makna yang hendak disampaikan.

Jika Anda gemar menonton TVRI di era 80 – 90an, pasti mengenal presenter Bob Tutupoli yang kerap tampil membawakan acara kuis. Beliau adalah salah satu presenter dengan suara yang khas. Tanpa melihatpun, dari suara dan nadanya kita sudah bisa menebak siapa orangnya.

Jika ingin lebih sukses dalam presentasi, belajarlah mengolah suara. Manfaatkan suara untuk menekankan makna yang ingin disampaikan dan menjaga perhatian audiens. Tapi, suara saya biasa-biasa saja tidak seperti Om Bob. Apa bisa? Tentu saja bisa. Berikut yang perlu diperhatikan :

1. Kecepatan bicara

Cobalah untuk mengubah-ubah kecepatan bicara Anda selama presentasi. Kecepatan bicara yang sama sepanjang presentasi akan membuat audiens merasa bosan. Anda mungkin bicara agak lambat di awal presentasi untuk membiasakan audiens dengan suara Anda. Agak cepat pada hal-hal yang biasa saja dan agak pelan ketika memasuki poin penting.

Jangan bicara terlalu cepat, karena akan menyulitkan audiens menangkap maksud Anda. Ada yang bilang kecepatan normal bicara adalah 125 kata per menit. Anda bisa tes kecepatan bicara dengan bantuan timer atau stopwatch. Jika tidak, mintalah bantuan teman Anda. Bicaralah di depannya dan minta pendapatnya mengenai kecepatan bicara Anda.

2. Pitch

Pitch adalah tinggi rendahnya suara ketika bicara atau volume.

Variasi tinggi rendahnya suara dapat digunakan untuk menekankan suatu kata atau menarik perhatian audiens.

Bandingkan kedua kalimat berikut :

Garis putus-putus menunjukkan tinggi rendahnya suara.

Garis putus-putus menunjukkan tinggi rendahnya suara.

3. Tone

Tone adalah ekspresi dalam suara yang ada ketika mengucapkan sesuatu. Mungkin ada yang menyamakan pitch dengan tone.

Tone bukan soal volume suara, tapi ekspresi suara. Misalnya mengucapkan kamu dengan marah, senang, sedih, penuh cinta, putus asa, ketawa, sinis, licik, penting, dll.

4. Pause

Pause adalah berhenti sejenak ketika sedang bicara.

Ada dua tujuan pause :

  • Memberi kesempatan kepada audiens untuk menyerap atau memahami poin penting yang telah Anda sampaikan sesaat sebelumnya. Setelah itu baru melanjutkan ke poin penting berikutnya.
  • Untuk menarik perhatian audiens sebelum Anda menyampaikan sesuatu yang penting.

Nah, demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengolah atau memanfaatkan secara maksimal suara Anda saat presentasi. Selamat berlatih…

Tulisan Lainnya...

Tips Animasi PowerPoint Pada Slide Presentasi Membuat slide presentasi menjadi lebih menarik bisa dilakukan dengan menambah animasi PowerPoint. Namun jangan berlebihan, karena bisa berbalik malah ...
Cara Membuat Slide Judul yang Menarik dengan Popsi... Slide judul ini bisa dikatakan cukup krusial. Karena inilah kesempatan Anda yang pertama untuk menarik perhatian audiens melalui slide. Makanya per...
Tips Memilih Laser Pointer untuk Presentasi "Next...", "Slide berikutnya...", "Lanjut...", mungkin Anda sering mendengar kata-kata ini diucapkan oleh presenter dalam suatu sesi presentasi. Ji...