Menaklukkan ketakutan melakukan presentasi adalah hal pertama yang harus Anda lakukan jika ingin tampil memikat. Karena menurut saya, Anda boleh melupakan segala teori atau tips yang dituliskan oleh para expert jika Anda tetap saja takut melakukan presentasi.

Sebenarnya sih wajar-wajar saja untuk merasa takut untuk bicara di depan orang banyak. Bukan hanya Anda yang merasakannya. Saya pun merasakan, bahkan orang-orang yang sudah sering presentasi merasakan hal yang sama. Hanya saja, mereka berhasil menaklukkan rasa takut itu dan tampil dengan memikat.

Bahkan, menurut survey yang dilakukan oleh Gallup pada tahun 2001, berbicara di depan orang banyak menjadi ketakutan terbesar kedua orang Amerika. Jadi, tenang saja Anda tidak sendiri.

American fears - Gallup

American fears – Gallup

Ketakutan, rasa khawatir, atau bahasa kerennya  nerves ini bisa muncul sebelum, saat akan, maupun ketika melakukan presentasi. Ada berbagai macam sebab hingga perasaan ini muncul.

1. Pengalaman buruk di masa lalu melakukan presentasi

Mungkin Anda pernah melakukan presentasi  yang tidak sesuai dengan harapan di masa lalu. Dan otak Anda terus saja mengulang kejadian tersebut setiap akan melakukan presentasi sehingga menimbulkan rasa takut atau khawatir.

Bagaimana mengatasinya?

Biasakanlah melakukan evaluasi  terhadap presentasi Anda. Temukan kekurangannya dan lakukan perbaikan secara terus menerus. Hal terbaik yang bisa diambil dari pengalaman buruk kita adalah pelajaran, agar di masa depan tidak terulang.

Jika memungkinkan, mintalah feedback dari audiens di setiap akhir presentasi Anda. Atau mungkin ada rekamannya, silakan ditonton lagi dan lakukan evaluasi.

2. Pertanyaan “jangan-jangan” yang muncul begitu saja dalam kepala

Ini juga sering terjadi. Pikiran kita begitu dipenuhi dan dihantui oleh pertanyaan-pertanyaan yang mengkhawatirkan.

• Jangan-jangan nanti saya melakukan sesuatu yang memalukan.
• Jangan-jangan nanti saya lupa materi yang saya sampaikan.
• Jangan-jangan audiens tidak suka dengan saya.
• Jangan-jangan audiens akan menertawakan saya.
• Jangan-jangan nanti ada pertanyaan yang tidak bisa saya jawab.
• Jangan-jangan alat pendukungnya tidak berfungsi dengan baik.

Bagaimana mengatasinya ?

Cobalah ganti fokus. Alihkan perhatian Anda dari pertanyaan “jangan-jangan” tersebut. Pikirkan materi Anda, audiens Anda, cek kesiapan alat bantu presentasi Anda, dll.

3. Melakukan presentasi di depan bos/atasan

Presentasi di depan bos/atasan memang menakutkan. Takut tampil kurang baik kemudian tidak dipromosikan, tidak jadi naik jabatan, dll. Larut dalam pikiran tersebut malah berbahaya, karena bisa saja Anda jadi gugup atau lupa dengan bahan presentasinya.

Bagaimana mengatasinya?

Persiapan matang dan penguasaan terhadap topik yang akan dipresentasikan akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri Anda. Daripada membayangkan yang negatif, lebih baik membayangkan apa reward bagi Anda jika bisa melakukan presentasi dengan memikat.

4. Melakukan presentasi di depan orang asing

Presentasi di depan orang asing atau tidak dikenal membawa kekhawatiran tersendiri. Bagaimana sebenarnya pengetahuan mereka tentang topik yang akan Anda bahas, bagaimana menghadapi mereka, dll. Ini bisa terjadi jika Anda tidak sempat melakukan riset atau mencari informasi tentang audiens Anda.

Bagaimana mengatasinya?

Sempatkan untuk menggali informasi tentang audiens Anda. Persiapkan presentasi dengan matang dan pastikan Anda menguasainya dengan baik.

5. Tidak menguasai topik presentasi

Mungkin Anda pernah mengalami suatu hari ditunjuk oleh seorang teman untuk menggantikannya melakukan presentasi di hadapan klien. Atau mungkin mendapat tugas presentasi dari dosen dengan waktu yang tidak mencukupi untuk melakukan persiapan. Sehingga, muncul kekhawatiran tidak dapat menyampaikan presentasi dengan baik.

Bagaimana mengatasinya?

Tak ada cara lain menurut saya, persiapkan dengan baik dan kuasai topik presentasi Anda.

Dari sekian banyak penyebab rasa takut melakukan presentasi, bisa diatasi dengan persiapan dan latihan. Ada pepatah latin yang berbunyi :

Qui ascendit sine labore decendit sine honore. Mereka yang naik tanpa kelelahan akan turun tanpa kehormatan.