Pembaca setia MasterPresentasi.com,

Awal minggu ini kami menerima sebuah email dari Yully Annastasia atau Sasha yang berisikan pertanyaan terkait presentasi. Berikut isi emailnya :

Dear rekan-rekan yang luar biasa, perkenalkan nama saya Sasha..Saya ingin meminta bantuan bagaimana supaya saat melakukan presentasi intonasi saya tidak datar dan saya bisa lebih antusias. Saya sudah sering melakukan latihan namun feedback yang saya terima selalu kurang di 2 hal tersebut. Kalau memang teman-teman jg menyediakan pelatihan boleh diinformasikan. Terimakasih ya sebelumnya.

Sasha

Foto dari pexels.com

Foto dari pexels.com

Saya akan memulai dari antusias terlebih dahulu. Antusias ini sangat penting saat melakukan presentasi. Jika Anda ingin audiens tertarik dan bersemangat mendengarkan Anda, maka Anda harus melakukannya lebih dahulu. Karena antusias itu bisa menular dari Anda ke audiens.

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, antusias berarti bersemangat atau bergairah. Untuk bisa melakukan suatu presentasi dengan penuh semangat atau gairah diperlukan energi besar. Sumber utama energi tersebut dalam presentasi adalah ketertarikan Anda akan topik yang dibawakan. Melakukan presentasi untuk hal-hal yang Anda sukai akan membuat lebih antusias.

Namun, memang pada kenyataannya kita tidak selalu bisa memilih hanya tampil untuk hal-hal yang kita sukai. Bagaimana dengan presentasi di tempat kerja atau presentasi kuliah? Kadang-kadang ada saja topik yang tidak menarik dan bisa membuat kurang antusias saat membawakannya. Bagaimana mengatasinya?

  • Temukan cara untuk tertarik dengan topik tersebut. Misalnya, reward buat Anda selaku presenter jika bisa tampil memikat. Reward ini bisa berupa promosi atau nilai yang bagus.
  • Fokus pada manfaat yang akan diperoleh audiens dari presentasi Anda. Daripada tenggelam dengan diri sendiri, alihkan perhatian Anda ke audiens.

Selanjutnya, pertanyaan tentang intonasi suara. Intonasi adalah tinggi rendahnya suara atau pitch. Dalam presentasi, variasi tinggi rendahnya suara dapat digunakan untuk menekankan suatu kata atau menambahkan emosi terhadap suatu kalimat. Ini juga penting untuk menjaga perhatian audiens, karena suara yang datar akan sangat membosankan. Intonasi dapat dikombinasikan dengan pause atau jeda, juga dapat didukung dengan pemanfaatan body language yang tepat.

Untuk mengatur tinggi rendahnya suara memang perlu latihan. Teruslah berlatih untuk meningkatkan kemampuan Anda menggunakan intonasi saat presentasi. Berikut ini beberapa contoh:

  • Menurut data statistik dari BP, [pause] cadangan minyak Indonesia akan ha^bis se-be-las- ta^hun la–gi.
  • Bayangkan, [pause] berapa ba^nyak waktu yang bi-sa Anda hemat dengan bantuan produk kami.
  • menguntungkan^, hebat^, luar^ biasa, mena-rik^

Tanda ^ menunjukkan pengucapan dengan suara lebih tinggi. Tanda – menunjukkan pengucapan lebih panjang. Cobalah berlatih dengan kalimat atau kata lainnya.

Soal pelatihan, sekarang ini belum diadakan lagi sehubungan dengan kesibukan kami dengan pekerjaan.

Selamat berlatih ya Sasha… :)

Bagi pembaca yang memiliki pertanyaan seputar presentasi, jangan sungkan untuk mengirimnya ke email kami master.presentasi@gmail.com. Pertanyaan akan kami bahas di rubrik tanya-jawab.