cara presentasi

Foto dari pexels.com

Dalam tulisan ini saya akan membahas cara presentasi yang baik dan powerful yang berdampak tinggi terhadap audiens. Sepanjang beberapa seri tulisan Anda akan belajar mengatasi demam panggung, memanfaatkan bahasa tubuh, dan berekspresi dengan suara.

Tulisan ini adalah bagian dari penyampaian (delivery) dari tiga topik utama terkait presentasi yang dibahas dalam blog ini, yaitu konten (content), desan (design), dan penyampaian (delivery).

Berikut ini outline tulisan lengkapnya:

1. Menaklukkan demam panggung

  • Strategi mengubah rasa cemas menjadi percaya diri
  • 3 cara mengatasi gugup sesaat sebelum presentasi dalam 2 menit

2. Bahasa tubuh yang elegan

  • Teknik menggunakan tangan, cara berdiri, dan pergerakan selama presentasi
  • Kekuatan kontak mata

3. Vokal yang menarik

  • Menghilangkan filler words “eee, mm…, oke, baiklah, dll”
  • Menggunakan suara untuk menarik perhatian dan penekanan

 

1. Menaklukkan Demam Panggung

Gambar dari pixabay.com

Gambar dari pixabay.com

Strategi Mengubah Rasa Takut Menjadi Percaya Diri

Apa yang Anda rasakan ketika diminta melakukan presentasi?

Takut atau mungkin khawatir…?

Jika Anda merasakan hal seperti di atas, jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Karena penelitian menunjukkan sekitar 75% orang merasakan hal sama. Rasa takut berbicara di depan umum, seperti presentasi, adalah hal yang lumrah terjadi kepada siapa saja. Bahkan kepada orang yang sudah sering tampil sekalipun.

Memahami rasa takut melakukan presentasi

Rasa takut bicara di depan umum, seperti melakukan presentasi, adalah reaksi alami dari tubuh ketika menghadapi ancaman.

Kok ancaman?

Ya, karena bicara di depan umum memiliki potensi yang bisa merusak kredibilitas atau citra diri jika gagal melakukannya dengan baik.

Sebagai ancaman, maka reaksi kita menghadapinya ada dua, yaitu hindari atau hadapi.

Ada yg memilih menghindari. Itulah mengapa sebagian kita akan memberikan berbagai alasan agar yang presentasi orang lain saja.

Ada yang memilih untuk menghadapi. Mereka adalah yang mengambil langkah-langkah untuk mengatasi ancaman yang mungkin terjadi.

Penyebab timbulnya rasa takut melakukan presentasi

Ada berbagai hal yang bisa menjadi pemicu timbulnya rasa takut melakukan presentasi. Berikut empat diantaranya:

  1. Kurang menguasai topik presentasi

Kita cenderung takut atau cemas ketika tidak menguasai topik yang akan dipresentasikan. Ini mungkin saja terjadi karena presentasi dadakan, sehingga kurang waktu untuk melakukan persiapan. Atau bisa juga karena menunda-nunda, akibatnya waktu persiapannya jadi sempit.

Saya masih ingat ketika mendapatkan tugas presentasi saat kuliah dulu. Biasanya kita diberi waktu seminggu untuk menyiapkan bahan dan membuat presentasinya. Tapi, karena merasa waktunya masih lama, akhirnya ditunda-tunda terus pengerjaannya. Tersadar ketika waktu tinggal satu atau dua hari.

Dengan waktu yang tersisa apa yang bisa dilakukan? Akhirnya materi presentasi tidak dikuasai secara mendalam dan slidenya juga seadanya. Sekadar copy-paste dari bahan kuliah.

Yang muncul kemudian adalah rasa takut untuk maju presentasi. Khawatir tidak bisa menjawab jika ada pertanyaan, khawatir kepalanya tiba-tiba blank, dll.

Situasi seperti ini berlaku untuk semua presentasi. Anda tidak mungkin bisa tenang jika menyadari tidak menguasai topik yang akan Anda sampaikan. Ini normal karena reputasi Anda yang jadi taruhannya.

  1. Pengalaman buruk di masa lalu

Kadang kala kita melakukan presentasi yang tidak sesuai dengan harapan. Kejadian seperti ini biasanya terus menghantui ketika akan melakukan presentasi di masa yang akan datang. Muncul kekhawatiran jangan-jangan peristiwa serupa akan terulang.

Ketika duduk di bangku SMA, saya aktif di berbagai organisasi. Saya dikenal lihai berbicara di depan kawan-kawan, ketika ada rapat atau diskusi.

Saat Porseni sekolah, saya mewakili kelas saya untuk mengikuti lomba pidato. Melihat saya ikut lomba, kawan-kawan memberi komentar, “Ini sih sudah jelas siapa yang bakal menang.”

Saya menanggapinya dengan cengengesan saja.

Anda tahu apa yang terjadi?

Saya tidak mendapatkan juara sama sekali. Jangankan emas, perunggu saja tidak dapat.

Yang terjadi adalah saya over confident dan under estimate peserta lainnya. Persiapan saya kurang matang. Saat pidato, sebagian materinya saya lupa. Akhirnya, pembukaan begitu berapi-api tapi kemudian kehilangan energi.

Kejadian itu menjadi semacam trauma bagi saya untuk ikut lomba pidato lagi. Takut kejadian serupa akan terulang lagi. Setiap akan tampil, seakan-akan video kegagalan saya itu diputar kembali dalam benak saya.

  1. Takut terkait audiens

Ada beberapa ketakutan yang bisa muncul terkait dengan audiens presentasi.

  • Khawatir akan dianggap tidak memenuhi kualifikasi
  • Takut materi presentasi tidak sesuai harapan audiens
  • Takut audiens akan merasa bosan
  • Takut ditertawakan oleh audiens
  • dll

Audiens memang tidak memiliki karakter yang seragam. Tidak semuanya manis, tidak semuanya welcome.

  1. Situasi yang berbeda

Presentasi reguler seperti presentasi kemajuan pekerjaan atau laporan bulanan di hadapan rekan-rekan kerja tentu berbeda rasanya dengan presentasi di depan atasan, manajemen,  atau divisi lain dalam perusahaan.

Ketika kita dihadapkan dengan situasi yang berbeda, maka akan timbul berbagai rasa takut. Jangan-jangan nanti berbuat kesalahan, isinya tidak sesuai yang diharapkan, dll, yang berakibat merusak citra diri atau perusahaan.

Bagaimana mengatasi rasa takut melakukan presentasi?

Dari berbagai penyebab munculnya rasa takut melakukan presentasi, bisa diatasi dengan 3 hal, yaitu:

  1. Menguasai topik presentasi

Topik presentasi biasanya ditentukan oleh jenis acara, audiens, atau kualifikasi presenter. Misalnya, acara pertemuan ilmiah tahunan himpunan profesi, maka topik presentasinya sesuai bidang keilmuan.

Ketika audiensnya adalah para karyawan yang siap pensiun, maka presentasinya terkait persiapan pensiun atau bisnis yang bisa dilakukan setelah pensiun. Presenternya ahli di bidang perencanaan keuangan, maka topik presentasinya seputar bidang kualifikasinya tersebut.

Apapun topik presentasi Anda, tidak ada jalan pintas untuk mengatasi rasa takut kecuali menguasainya dengan baik.

  1. Memahami audiens dengan baik

Memahami karakteristik, kebutuhan, dan espektasi audiens sangat menentukan dalam kesuksesan sebuah presentasi. Memastikan materi presentasi sudah sesuai dengan hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa takut atau kekhawatiran dalam diri.

Presentasi yang baik adalah yang fokusnya tertuju kepada audiens. Untuk memenuhinya, selalu perhatikan hal-hal berikut ketika menyiapkan materi presentasi:

  • Kepada siapa Anda akan bicara?
    Presentasi tentang perencanaan keuangan kepada karyawan dengan masa kerja di bawah 5 tahun tentu akan sangat berbeda kepada karyawan yang hampir pensiun.
  • Sejauh mana pengetahuan mereka terkait topik presentasi Anda?
  • Apa yang mereka butuhkan atau inginkan dari presentasi Anda?
  1. Latihan, latihan, dan latihan

Salah satu hal penting yang harus dilakukan setelah bahan presentasi tersusun dengan baik adalah latihan presentasi.

Mengapa perlu latihan?

Pernahkah Anda melihat seseorang yang tampil berbicara di depan orang banyak dengan kalimat yang meluncur lancar dan tertata rapi? Percayalah, itu adalah hasil latihan dalam waktu yang lama dan juga pengalaman tentunya.

Dengan banyak latihan Anda dapat menyesuaikan panjang presentasi Anda dengan waktu yang tersedia. Begitu pula dengan slide presentasi yang Anda buat.

Manfaat banyak berlatih:

  • Meningkatkan kepercayaan diri
    Pernahkah Anda berada di suatu acara dan tiba-tiba diminta untuk berbicara di depan? Apa yang Anda rasakan salah satunya adalah kurang percaya diri. Berbeda jika kita sudah melakukan persiapan dan latihan sebelumnya.
  • Menguji kesinambungan poin-poin yang akan disampaikan
    Kita bicara tentu ada maksud, ada pesan yang ingin disampaikan. Dengan berlatih, kita akan dapat merasakan dan menilai apakah penyampaian kita dari satu pesan ke pesan yang lainnya sudah berkesinambungan atau tidak.
  • Menemukan cara terbaik untuk menyampaikannya
    Dengan banyak latihan, Anda akan menemukan cara paling pas untuk mengutarakan tujuan, pesan yang akan disampaikan dalam presentasi. Baik itu penekanan suara, bahasa tubuh, gestur, bagian mana yang harus diulang, dll.
  • Memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk presentasi
    Dengan latihan secara keseluruhan, Anda dapat melakukan estimasi berapa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan presentasi. Jika Anda dibatasi waktu, misalnya 15 menit atau 30 menit, dengan latihan bisa dilakukan penyesuaian. Jika menggunakan slide, kira-kira berapa slide yang Anda butuhkan untuk jangka waktu tersebut.

Ada yang mengatakan bahwa “practice make perfect”. Ini tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena kalau latihan Anda ala kadarnya tidak akan membuat sempurna. Hanya “perfect practice make perfect”.

Itulah pentingnya berlatih segala aspek sebelum presentasi, seperti:

  • Suara dan gaya bicara
    Latihlah suara dan gaya bicara Anda, khususnya pada bagian-bagian penting atau poin penting yang ingin Anda sampaikan ke audiens. Atur tinggi rendahnya suara dan bagaimana Anda menyampaikannya. Pastikan suara Anda bisa didengar dan pengucapan Anda bisa dimengerti dengan mudah oleh audiens.
  • Gerakan tubuh
    Anda tentu tidak ingin hanya berdiri mematung sambil bicara di depan audiens, bukan? Latihlah gerak tubuh Anda, cara berjalan sambil bicara, dan gestur untuk mendukung pembicaraan Anda.
  • Cara penyampaian
    Jika Anda menggunakan alat bantu visual, misal PowerPoint, latihlah untuk menyelaraskan antara slide dengan yang Anda sampaikan. Jangan sampai muncul slide baru dan Anda bingung akan bicara apa.
Untuk mengatasi rasa takut melakukan presentasi, lakukan langkah-langkah berikut:

1. Identifikasi penyebab rasa takut Anda. Seperti yang telah saya tulis di atas, ada beberapa penyebab rasa takut melakukan presentasi. Apa penyebab rasa takut Anda?

2. Temukan cara untuk mengatasinya. Fokuskan perhatian dan tenaga Anda untuk mengatasi rasa takut Anda.

Dari sekian banyak penyebab rasa takut melakukan presentasi, semuanya bisa diatasi dengan melakukan perencanaan, persiapan, dan latihan dengan baik. Memang melelahkan, tapi hasilnya akan sepadan.

Qui ascendit sine labore decendit sine honore.

Mereka yang naik tanpa kelelahan akan turun tanpa kehormatan. ~ Pepatah Latin

 

Tulisan berikutnya:
3 cara mengatasi gugup sesaat sebelum presentasi dalam 2 menit