Akhir-akhir ini saya ada keinginan untuk beli motor matic yang agak besar. Di pasaran ada dua jenis motor yang menarik perhatian saya, yaitu Yamaha NMAX dan Honda PCX rakitan lokal.

Saya pun mulai melakukan riset melalui internet terkait kedua motor tersebut. Di salah satu website yang saya kunjungi, saya menemukan tabel 10 motor terlaris Januari – Juni 2018, seperti berikut:

sumber : http://warungasep.net/2018/07/14/10-motor-terlaris-januari-juni-2018/

sumber : http://warungasep.net/2018/07/14/10-motor-terlaris-januari-juni-2018/

Saat mencermati tabel tersebut dan membandingkan data penjualan NMAX dan PCX, tiba-tiba terlintas di benak saya bagaimana sebaiknya data tersebut ditampilkan jika dibawakan dalam presentasi.

Tabel vs grafik dalam presentasi

Saya pernah ditanya, bagaimana sebaiknya menampilkan data dalam presentasi, grafik atau tabel?

Saya menjawab “tergantung”.

Tergantung datanya, tujuan penampilannya, dan audiensnya.

Stephen Few, dalam bukunya “Show Me the Numbers: Designing Tables and Graphs to Enlighten”, mengungkapkan bahwa tabel cocok digunakan dalam situasi:

  • Nilai individual diperlukan saat data ditampilkan.
  • Angka akuratnya dibutuhkan.
  • Informasi kuantitatif yang ingin disampaikan melibatkan lebih dari satu unit pengukuran.

Tambahan dari saya, kalau datanya sedikit misalnya dua atau tiga, sebaiknya ditampilkan menggunakan tabel saja. Atau menggunakan grafis lainnya (akan dibahas dalam tulisan terpisah).

Lebih lanjut Stephen Few menyatakan, Anda sebaiknya menggunakan grafik dibanding tabel ketika:

  • Data yang akan ditampilkan mengandung pola atau tren.
  • Penyajian data akan digunakan untuk mengungkap hubungan di antaranya.

Kembali pada contoh data di atas, apakah penulis sudah tepat menggunakan tabel untuk menampilkannya?

Sepertinya sudah tepat. Karena data ditampilkan di website dimana pembaca memiliki kesempatan untuk menganalisis angkanya lebih leluasa. Bisa dengan mudah membandingkan angka penjualan motor yang diinginkan. Dalam kasus saya, membandingkan angka penjualan Yamaha NMAX dengan Honda PCX.

Bagaimana cara menampilkan data tersebut dalam sebuah presentasi?

Menurut saya, lebih cocok ditampilkan dalam bentuk grafik. Karena audiens tidak punya waktu lama untuk menganalisis informasi di balik tabel. Dan jika audiens sibuk membaca angka-angka dalam tabel, maka perhatian mereka terhadap presenter akan teralihkan.

Menampilkan data di atas menggunakan grafik akan memudahkan presenter menyampaikan pesan di balik data tersebut. Misalnya, “penjualan motor Honda menguasai empat besar”.

Pada tulisan sebelumnya, saya mengulas bagaimana cara memilih grafik yang tepat sesuai tujuan data ditampilkan. Untuk menampilkan peringkat atau perbandingan, kita bisa gunakan column chart atau bar chart.

Berikut contoh jika data di atas ditampilkan dalam column chart.

Dari contoh slide di atas, ada dua hal yang ingin saya garis bawahi:

  • Pesan yang ingin disampaikan sudah dimasukkan ke dalam judul slide (headline). Sehingga mengarahkan perhatian audiens pada pesan yang ingin disampaikan.
  • Semua hal yang tidak perlu dan bersifat dekoratif sudah dihilangkan, seperti gridlines dan sumbu Y beserta angka-angkanya.

Dari grafik di atas, sepertinya audiens akan sulit melihat perbedaan angka penjualan empat motor terakhir. Walaupun sebenarnya bisa dilihat dari label angkanya.

Sebagai pembanding, berikut tampilan datanya jika dibuat dalam bar chart.

Sepertinya bar chart lebih baik menampilkan selisih penjualan yang tipis secara grafis. Jadi, kalau saya akan menampilkan data di atas dalam presentasi, saya akan menggunakan grafik bar chart.

Bagaimana dengan data Anda?