Anda mungkin sudah pernah mendengar hasil survey di Amerika Serikat tentang hal-hal yang mereka takuti dalam hidup. Yang mengejutkan adalah peringkat pertama diduduki oleh ketakutan berbicara di hadapan banyak orang.

Ketakutan ini melebihi ketakutan terhadap kematian, digigit ular, bahkan terhadap hantu.

Benarkah demikian?

Sumber foto ada dalam gambar

Sumber foto ada dalam gambar

Kalau merujuk pada hasil survey tersebut, tentu ini benar adanya. Tapi, apakah jika orang Amerika dihadapkan pada pilihan bicara di depan orang banyak atau ditembak mati, lantas mereka akan memilih ditembak mati saja?

Saya kira tidak demikian.

Pilihan takut bicara di hadapan banyak orang bisa menduduki peringkat pertama karena sebagian besar orang lebih sering menghadapi situasi tersebut. Sehingga, begitu ditanya, itulah yang terlontar sebagai jawaban terbanyak.

Saya pribadi lebih sering bertemu anjing di banding ular. Kalau ditanya, lebih takut mana diantara keduanya, kemungkinan besar anjing akan berada di posisi pertama.

Kenapa sih orang takut bicara di depan orang banyak?

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya. Mungkin salah satu di bawah ini pernah Anda alami sendiri.

1. Metode pertahanan diri

Berbicara di depan banyak orang itu tidak nyaman. Bayangkan saja, sekian banyak pasang mata tertuju kepada kita dengan berbagai pikiran masing-masing. Situasi seperti ini benar-benar bisa membuat kita merasa diteror.

Hasilnya adalah perasaan takut. Itu adalah bentuk pertahanan diri karena membayangkan kita keluar dari zona nyaman. Dan ini bukan sesuatu yang abnormal. Ini biasa saja dan bisa dialami oleh siapa saja, bahkan yang sudah bergelar mastah publik speaking sekalipun.

Jadi, santai saja. Tarik napas yang dalam dan bernafaslah secara normal.

2. Perasaan takut salah, takut gagal, dan takut lainnya

Perasaan berbagai macam takut ini kadang menghantui seorang pembicara.

Takut gagal menyampaikan isi pesan.

Takut audiens tidak memperhatikan.

Takut ini… takut itu… banyaklah.

Daripada membayangkan ketakutan yang tidak-tidak, lebih baik membayangkan reward jika berhasil.

3. Tidak menguasai topik pembicaraan

Tidak jarang orang yang akan bicara di hadapan orang jadi takut karena menyadari kalau ia sebenarnya kurang mengasai topik yang akan dibawakannya. Entah itu karena acaranya dadakan atau hanya jadi pengganti saja.

Agar terhindar dari hal ini, tidak peduli situasi Anda, kuasai topik yang akan Anda bicarakan. Manfaatkan waktu yang ada untuk persiapan.

Kadang yang membuat waktu terasa sempit dan mepet adalah karena kita sering menunda melakukan persiapan.

4. Kurang latihan

Persiapan yang matang ditunjang latihan yang mantap akan meningkatkan kepercayaan diri. Demikian pula sebaliknya.

Kalau kurang latihan atau tidak latihan akan memunculkan perasaan takut dan berbagai pertanyaan “jangan-jangan” dalam kepala.

5. Tidak memahami siapa audiensnya

Riset yang mendalam tentang siapa yang akan mendengarkan kita bicara itu penting untuk dilakukan. Ini akan membuat persiapan Anda bukan hanya matang, tapi juga tepat sasaran.

Kalau masuk ruangan yang penuh orang asing, tentu nyali Anda akan terpengaruh.