Alat bantu visual dalam sebuah presentasi bisa menjadi sarana yang ampuh untuk meningkatkan dampak atau pengaruh terhadap audiens. Penggunaan kata dan visual yang sesuai bisa menguatkan pesan yang ingin disampaikan dalam presentasi.

Pentingnya alat bantu visual dalam presentasi

Menurut sebuah studi, audiens yang hanya mendengar akan mengingat sekitar 10% informasi yang disampaikan setelah 3 hari. Yang melihat visual saja akan mengingat sekitar 20% informasi. Sedangkan yang mendengar dan melihat visual akan mengingat sekitar 65% informasi.

visual presentasi

Sumber: uab.edu

Jadi, kalau Anda ingin audiens mengingat lebih lama informasi atau pesan yang disampaikan dalam presentasi, kombinasikan dengan visual.

Selain itu, penggunaan alat bantu visual dalam presentasi dapat membantu audiens memahami dengan cepat dan tepat topik yang sedang dibawakan. Visual dapat membuat informasi yang komplek menjadi lebih mudah dipahami.

visual presentasi

Contoh visualisasi data menggunakan tabel dan grafik

Banyak media yang bisa dimanfaatkan dalam visual presentasi, seperti foto, ilustrasi, tabel, diagram, grafik, kata kunci, dan video.

Anda tentu kenal dengan Steve Jobs, pendiri Apple itu. Job banyak dipakai sebagai contoh dalam presentasi. Salah satu alasannya adalah kemampuannya menampilkan slide presentasi yang efektif dan memikat.

Slide presentasi Jobs biasanya berisi gambar dan kata yang simpel, tapi sangat membantu audiens untuk memahami apa yang disampaikannya.

Berikut ini satu contoh slide Jobs untuk menunjukkan ke audiens keunggulan layar salah satu produk Apple, yaitu pixel density yang besar. Sehingga gambar yang ditampilkan bisa lebih tajam.

Visualnya simpel kan?

visual presentasi

Steve Jobs dalam salah satu presentasinya (Sumber gambar: girliemac.com)

Mengapa visual yang simpel lebih baik?

Anda mungkin pernah mendengar pepatah ini, “A picture is worth a thousand words” atau “Gambar bernilai seribu kata”. Pepatah ini tepat sekali, karena otak manusia lebih efektif mengolah informasi yang disertai dengan visual atau pernyataan singkat yang mudah diingat.

Untuk membuat audiens lebih mudah menangkap dan memproses informasi yang disampaikan dalam presentasi, gunakan visual yang simpel. Disamping itu, juga akan diingat lebih lama.

Tapi kenyataannya, banyak presenter masih menampilkan slide yang berat dicerna oleh audiens. Gambar yang dipakai tidak sesuai dengan poin yang disampaikan, desainnya terlalu ramai, atau malah terlalu penuh oleh informasi.

Berikut contoh kerugian yang bisa Anda alami jika menggunakan visual yang tidak tepat.

  • Misal Anda orang HRD, sedang presentasi di hadapan karyawan tentang 5R. Slide Anda dipenuhi dengan penjelasan tentang apa itu 5R dan bagaimana implementasinya di divisi masing-masing. Para karyawan akhirnya sibuk membaca isi slide Anda dan jadi tidak fokus mendengar penjelasan Anda. Anda capek, tetapi karyawan tidak memahami sedikitpun apa yang harus dilakukan setelahnya.
  • Anda sedang presentasi di depan calon investor. Slide Anda berisi analisis pasar yang dituangkan dalam tabel, grafik, dan kata-kata. Slide Anda begitu banyak dan kompleks. Calon investor sibuk memahami isi slide Anda, akhirnya tidak begitu fokus mendengarkan penjelasan Anda. Anda capek, tapi mereka tidak menangkap informasi Anda dengan baik. Investasi tidak jadi.
  • Anda sedang meeting mingguan yang berisi evaluasi pencapaian penjualan dalam seminggu. Slide Anda berisi banyak informasi. Presentasi pun nampaknya akan berjalan lama. Anda sibuk cuap-cuap, tapi tim Anda malah gelisah kapan presentasi itu akan berakhir.

Tips membuat visual yang efektif dan memikat

Membuat slide presentasi dengan visual yang efektif dan memikat memerlukan waktu dan kreativitas. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda membuatnya.

  • Tetaplah simpel

Buatlah slide Anda sesimpel mungkin, jangan ribet. Usahakan satu slide berisi satu poin utama.

Jangan memasukkan beberapa paragraf tulisan dalam satu slide. Karena audiens akan sibuk membaca slide Anda. Dan ingat, audiens membaca lebih cepat dari Anda bicara. Buat apa mereka mendengarkan Anda kalau informasinya sudah dibaca di slide.

simpel-slide

  • Gunakan gambar/foto/tabel/grafik

Gunakan gambar, diagram, tabel, atau foto dengan resolusi yang memadai untuk mendukung informasi yang sedang Anda sampaikan.

Untuk foto, Anda bisa menggunakan koleksi pribadi atau kantor. Bisa juga menggunakan foto dengan lisensi creative common yang bisa didownload dari internet. Atau bisa juga membeli foto jika memiliki dana.

gambar-visual-2

  • Gunakan warna secara bijak

Pilihlah kombinasi warna yang sesuai, jangan asal kombinasi. Selain itu, perhatikan kontrasnya juga. Pastikan warna latar slide memiliki kontras yang cukup dengan warna huruf, sehingga mudah dibaca oleh audiens terjauh.

kontras-visual-3

  • Pilih huruf dengan tepat

Orang yang kadang menghabiskan banyak waktu untuk memilih-milih huruf yang unik atau lucu untuk digunakan dalam presentasi. Tanpa disadari, jenis huruf seperti itu biasanya menyulitkan audiens untuk membacanya.

Pilihlah huruf jenis Sans-Sherif semisal Arial, dibanding huruf Sherif seperti Times New Roman. Pastikan ukurannya cukup besar untuk bisa dibaca oleh audiens yang duduk paling belakang.

Sebenarnya tidak ada aturan baku untuk besar huruf, tergantung dari besar layar yang Anda gunakan dan jarak terjauh audiens Anda.

  • Konsisten

Konsistenlah dengan tema slide Anda, seperti jenis huruf dan kombinasi warna. Karena tema yang berganti-ganti justru akan mengganggu perhatian audiens.

Demikianlah tips membuat visual presentasi yang efektif dan memikat. Semoga bermanfaat bagi Anda dalam membuat slide presentasi berikutnya.

Ingin meningkatkan keterampilan Anda membuat visual presentasi?

Ikuti training sehari kami “Powerful Presentation Visual”, cara membuat slide presentasi yang dapat menguatkan pesan Anda dan memikat perhatian audiens.

Setelah ikut training ini, Anda akan dapat:

  • Merancang layout slide presentasi dan memanfaatkan elemen visual dengan efektif dan memikat. Setelah itu, menambahkan animasi dan transisi secara tepat.
  • Menampilkan data yang kompleks melalui tabel atau grafik yang mudah dipahami oleh audiens. Sehingga, pesan yang ingin disampaikan melalui data tersebut dengan cepat bisa ditangkap audiens. Juga akan dapat mengolah data di Excel dan cara memasukkan grafik dari Excel.
  • Mengganti tampilan bullet-point atau list yang biasa saja menjadi menarik menggunakan icon, timeline, atau diagram.
diagram powerpoint

Contoh diagram

Contoh timeline

Contoh timeline

Training ini maksimal 6 orang setiap pelaksanaan, agar interaksinya lebih maksimal. Karena selama sehari training 20% teori dan 80% praktek. Oleh karena, masing-masing peserta diharapkan membawa laptop yang memiliki Microsift PowerPoint dan Excel.

Selengkapnya di >> http://www.masterpresentasi.com/powerful-presentation-visual