Menampilkan Bahasa Tubuh yang Memikat saat Presentasi

Bahasa tubuh atau body language adalah bentuk komunikasi non-verbal. Sesuatu yang tidak diucapkan dengan kata-kata, namun bisa menyampaikan pesan.

Mengapa bahasa tubuh penting? Karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Professor Albert Mehrabian, efektivitas komunikasi itu dipengaruhi oleh 7% dari kata-kata yang diucapkan, 38% dari cara kata-kata tersebut diucapkan, dan 55% dari ekspresi atau bahasa tubuh.

Mengolah Suara Saat Presentasi

Bung Karno adalah seorang orator handal. Beliau mampu menyihir pendengar di setiap pidatonya. Bukan hanya isinya yang menggugah, tapi Bung Karno pandai mengolah suaranya untuk menekankan makna yang hendak disampaikan.

Jika Anda gemar menonton TVRI di era 80 – 90an, pasti mengenal presenter Bob Tutupoli yang kerap tampil membawakan acara kuis. Beliau adalah salah satu presenter dengan suara yang khas. Tanpa melihatpun, dari suara dan nadanya kita sudah bisa menebak siapa orangnya.

Menaklukkan Ketakutan Melakukan Presentasi

Menaklukkan ketakutan melakukan presentasi adalah hal pertama yang harus Anda lakukan jika ingin tampil memikat. Karena menurut saya, Anda boleh melupakan segala teori atau tips yang dituliskan oleh para expert jika Anda tetap saja takut melakukan presentasi.

Sebenarnya sih wajar-wajar saja untuk merasa takut untuk bicara di depan orang banyak. Bukan hanya Anda yang merasakannya. Saya pun merasakan, bahkan orang-orang yang sudah sering presentasi merasakan hal yang sama. Hanya saja, mereka berhasil menaklukkan rasa takut itu dan tampil dengan memikat.

Empat Tipe Audiens Presentasi

Ada banyak tipe audiens presentasi, namun dalam tulisan ini hanya akan dibahas empat diantaranya. Audiens sangat penting artinya dalam sebuah presentasi. Bahkan, presentasi tidak mungkin dapat dilakukan tanpa kehadiran mereka.

Dengan mengetahui tipe-tipe audiens, diharapkan dapat membantu dalam melakukan interaksi selama presentasi berlangsung.