Pada tulisan kali ini, saya akan mengulas tentang cara presentasi yang baik dan menarik menggunakan teknik BOMBER-B. Ada berbagai teknik digunakan oleh presenter untuk dapat tampil memikat di hadapan audiens.

Pada intinya, mereka berusaha agar perhatian audiens tidak teralihkan selama presentasi dan tujuan presentasi dapat tersampaikan dengan sukses. Bukan hanya selama presentasi, tapi juga efek yang diharapkan setelahnya bisa tercapai.

cara presentasi yang baik

Apa itu teknik BOMBER-B?

Saya sudah mencoba mencari referensi siapa yang pertama mencetuskan metode ini untuk presentasi, namun tidak menemukan. Jadi, kita langsung saja ya.

B – Bang! (bang pembuka)

O – Opening (pembuka)

M – Message (pesan)

B – Bridge (penghubung)

E – Example (contoh)

R – Recap (kesimpulan)

B – Bang!  (bang penutup)

B – Bang! (bang pembuka)

Bang pembuka ini berfungsi sebagai attention grabbing, untuk mendapatkan perhatian audiens. Agar mereka mengarahkan perhatian sepenuhnya kepada Anda sebagai presenter.

Ini tidak mudah dilakukan, bukan hanya di awal presentasi, tapi di keseluruhan waktu presentasi. Mengingat saat ini banyak sekali pengalih perhatian yang ada dalam satu genggaman, yaitu telepon pintar. Di dalamnya ada facebook, whatsapp, telegram, dll.

Riset yang mendalam tentang topik presentasi dan audiens sangat diperlukan untuk dapat menemukan bang! Yang benar-benar menarik perhatian mereka. Bukan sesuatu yang bisa mereka baca dengan mudah di media sosial atau portal online.

Anda bisa menggunakan pernyataan atau hasil survey yang mengagetkan, quote dari orang-orang terkenal, atau pertanyaan yang memancing partisipasi audiens.

Sebagai contoh, Sangkala adalah seorang staf HR yang diberi tugas untuk presentasi kepada karyawan tentang perlunya 5R untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Untuk Bang! yang pertama, Sangkala menggunakan pertanyaan untuk menarik perhatian audiens.

Berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk mencari sebuah dokumen dalam tumpukan seperti ini?

Sambil menunjukkan slide yang berisi foto tumpukan dokumen yang diambil dari meja seorang karyawan. Foto tumpukannya saja sudah menarik perhatian dan mengundang pertanyaan, meja kerja siapa tuh?

meja kerja berantakan

Foto dari kupukupukuningku.wordpress.com

Beragam jawaban akan disampaikan, yang intinya adalah butuh waktu lama.

Sangkala pun melanjutkan,

Bayangkan saja, berapa banyak waktu yang terbuang hanya untuk mencari sebuah dokumen. Belum lagi jika dokumen yang diminta tidak kunjung ditemukan. Bos marah-marah, Anda jadi tertekan, kinerja jadi menurun.

O – Opening (pembuka)

Setelah berhasil mendapatkan perhatian audiens, saatnya untuk membuka presentasi dengan menyampaikan siapa Anda, apa yang akan dibahas dan apa manfaatnya bagi audiens.

Kembali pada Sangkala,

Karena Sangkala ini staf HRD yang sudah dikenal oleh semua karyawan, tentu tidak perlu lagi untuk melakukan perkenalan diri.

Selama 20 menit ke depan, saya akan menyampaikan sesuatu yang akan membuat Anda lebih mudah menemukan sebuah dokumen. Bukan itu saja, juga akan membuat Anda bekerja lebih efisien sehingga produktivitas Anda bisa meningkat.

Sesuatu yang saya maksud adalah program 5R yang digagas oleh HRD dan telah disepakati oleh manajemen untuk diimplementasikan dalam perusahaan.

slide agenda

M – Message (pesan)

Setelah Anda membuat audiens penasaran, tibalah saatnya untuk menyampaikan isi dari presentasi. Dalam kasusnya Sangkala, ada 5 poin yang akan dipaparkan ke audiens.

5R ini adalah Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Merupakan program yang diadopsi dari Jepang, yaitu 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke).

Berikutnya, Sangkala menyampaikan penjelasan dari masing-masing poin.

Yang perlu diperhatikan, jika menggunakan slide, sampaikan satu poin utama per slide. Jangan membanjiri audiens dengan banyak poin dalam satu slide. Padahal, menambah slide kan tidak bayar.

cara presentasi

Slide banjir informasi

Jika slidenya seperti gambar di atas, maka audiens akan sibuk membaca saja dan tidak memperhatikan Anda. Tampilkan poin utamanya saja. Kalau Anda ingin audiens memiliki isi presentasi yang lengkap, Anda bisa membagikan handout pada mereka di akhir acara.

Lebih dalam tentang bagaimana cara membuat slide yang menarik, bisa Anda baca pada postingan saya sebelumnya. Klik di sini untuk membaca, atau Anda bisa membacanya kemudian, setelah selesai dengan tulisan ini.

Inilah bocoran salah satu slide yang digunakan oleh Sangkala.

presentasi yang baik

B – Bridge (penghubung)

Penghubung ini bisa ditempatkan di mana saja saat menyampaikan poin-poin utama presentasi. Apa yang perlu dihubungkan?

Jawabnya adalah hubungan antara poin-poin yang disampaikan dan manfaat yang dapat dirasakan oleh audiens. Penghubung ini bisa juga berupa pertanyaan.

Contohnya, pada saat Sangkala menjelaskan salah satu poin dari 5R, yaitu Ringkas. Untuk menciptakan hubungan antara ringkas dengan manfaat bagi karyawan, Sangkala mengajukan sebuah pertanyaan.

Apakah meja kerja Anda banyak dihabiskan oleh dokumen-dokumen yang sudah tidak diperlukan lagi?

Ya, masih banyak yang sebagian besar meja kerjanya malah dipenuhi oleh dokumen-dokumen yang tidak diperlukan. Paling tidak dalam waktu dekat.

Dengan menerapkan prinsip ringkas, hal ini tidak akan terjadi lagi. Meja kerja Anda akan lebih lega, Anda bisa bekerja dengan leluasa dan nyaman.

E – Example (contoh)

Untuk memudahkan pemahaman audiens, berikan contoh yang kongkrit.

Mari kita lihat lagi presentasinya Sangkala.

Agar karyawan mengerti lingkungan kerja yang telah menerapkan 5R seperti apa, Sangkala memberi contoh dengan membandingkan dua gambar berbeda.

Contoh

Foto dari organizersnw.com

R – Recap (kesimpulan)

Di bagian ini Anda menyampaikan kesimpulan dari presentasi yang dibawakan. Apa saja poin utama yang telah disampaikan. Kesimpulan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada audiens dan bagaimana mereka bisa mendapatkan manfaat dari hal tersebut.

Mari kita lihat contoh kesimpulan dari presentasinya Sangkala.

Baik, kita menyelesaikan keseluruhan topik tentang 5R. Sebelum kita kembali ke tempat kerja masing-masing, berikut ini kesimpulannya.

Saya telah menyampaikan tentang 5R yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin disertai penerapannya di lingkungan kerja masing-masing. Di masa depan diharapakan dapat mendukung tercapainya tingkat efisiensi serta produktivitas kerja yang semakin meningkat.

B – Bang!  (bang penutup)

Akhiri presentasi Anda dengan sesuatu yang mengesankan. Misalnya, pernyataan dramatis yang merangkum isi presentasi, visual yang menarik, ucapan terima kasih yang beda dari biasanya, atau call to action.

Inilah contoh Bang! dari presentasinya Sangkala.

Terakhir, saya ingin menyampaikan bahwa selama dua minggu ke depan HRD akan menilai meja kerja masing-masing karyawan. Yang terbaik menerapkan prinsip 5R akan mendapatkan hadiah. Foto meja kerja Anda sudah diambil kemarin dan sesudahnya akan diambil dua minggu ke depan.

Saya Sangkala, terima kasih atas kehadirannya, sampai jumpa dua minggu lagi.

Saya yakin, Bang! di atas bukan hanya membuat audiens jadi ingat apa itu 5R, tapi juga terpacu untuk menerapkannya di lingkungan kerja masing-masing.

Demikian ulasan tentang BOMBER-B. Penerapannya tentu saja disesuaikan dengan topik presentasi masing-masing.

Agar dampaknya pada audiens semakin besar…

Sampaikan dengan antusias!

Kalau ingin audiens antusias mengikuti presentasi, Anda sebagai presenter harus antusias lebih dulu. Samuel Taylor Coleridge, sastrawan Inggris, pernah berkata bahwa tak ada yang semenular antusiasme.

Jadi, tampillah antusias. Karena bukan hanya antusias yang menular. Penampilan kurang energi juga bisa menular ke audiens.

Demikianlah ulasan tentang cara presentasi yang baik dan menarik menggunakan teknik BOMBER-B. Teknik-teknik presentasi lainnya akan dibahas pada postingan-postingan selanjutnya.

Pantengin terus ya…