Semua presenter ingin sukses membawakan presentasi yang baik.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana cara untuk mencapainya?

Tentu bukan hal mudah, butuh persiapan yang matang dan pelaksanaan yang mantap.

Ada 3 komponen yang harus diperhatikan dan ketiganya saling mendukung untuk menghasilkan presentasi yang baik.

Great Content / Bahan yang Menarik

Sumber gambar : FreeGreatPicture.com

Sumber gambar : FreeGreatPicture.com

 

Persiapkan dengan baik bahan presentasi Anda agar menarik buat Audiens.

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menuju ke sana adalah dengan mengetahui apa tujuan Anda melakukan presentasi. Apa hasil akhir yang Anda harapkan dari audiens.

Dengan mengetahui tujuan presentasi maka Anda dapat menyiapkan bahan presentasi yang menarik.

Langkah kedua adalah dengan mengenali audiens Anda.

Siapa saja mereka, apa keperluan, dan seberapa dalam pengetahuan mereka terhadap topik presentasi. Hal-hal tersebut akan menjadi pegangan Anda dalam mengumpulkan bahan presentasi.

Pernahkah suatu ketika Anda mengikuti suatu presentasi dan Anda merasa seharusnya presenter tidak perlu menampilkan materi-materi tertentu?

Ini bisa terjadi jika presenter tidak mengetahui level pengetahuan audiensnya. Akibatnya, bahan yang sebenarnya menarik dirusak oleh tampilnya slide-slide presentasi yang tidak perlu.

Jika pengetahuan kita tentang audiens cukup baik, sebagai presenter akan dapat melakukan sortir terhadap bahan presentasi. Mana saja yang cocok dimasukkan dan mana yang tidak perlu ditampilkan.

Dengan demikian, bahan presentasi Anda akan menjadi sesuatu yang menarik bagi audiens.

Inilah yang dapat dilakukan agar bahan presentasi Anda menarik :

Tetaplah up to date, perkembangan teknologi dan informasi saat ini begitu cepatnya. Jangan sampai pengetahuan audiens Anda jauh di depan bahan yang Anda presentasikan.

Anda tentu tidak ingin dianggap menyampaikan sesuatu yang sudah basi atau bahkan sudah menjadi fosil. Jika hal ini terjadi, perhatian audiens akan sulit untuk didapatkan.

Sampaikan sesuatu yang baru, yang belum diketahui oleh audiens.

Misalnya, Anda presentasi tentang produk teh hijau untuk menurunkan berat badan. Audiens Anda mungkin sudah tahu bahwa teh hijau bisa digunakan untuk menurunkan berat badan.

Jika Anda hanya fokus di bagian itu, kemungkinan presentasi Anda jadi kurang menarik.

Cobalah untuk mencari bahan sekitar manfaat teh hijau yang kemungkinan audiens belum tahu dan masih berhubungan dengan menurunkan berat badan.

Cari hasil riset terbaru tentang teh hijau yang bisa Anda elaborasi dengan informasi-informasi yang sudah ada sebelumnya.

Sampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi audiens. Orang selalu tertarik pada hal-hal yang bermanfaat baginya.

Saat melakukan presentasi sampaikan manfaat apa yang akan didapatkan dengan audiens.

Kebanyakan presenter terjebak dengan fitur, kandungan, dll yang sebenarnya tidak menarik bagi audiens.

Dalam kasus teh hijau, audiens biasanya tidak peduli dengan kandungan anti oksidan atau ECGC di dalamnya. Tapi, apa manfaat kandungannya itu untuk menurunkan berat badan.

Demikian juga dalam presentasi bisnis lainnya. Kadang presenter terlalu lama berkutat dengan siapa kami, kapan kami berdiri, dan kami lainnya.

Bagian tersebut memang penting, tapi manfaat atau solusi apa yang bisa dihadirkan pada audiens sebenarnya lebih menarik.

Great Design / Desain yang Bagus

Sumber gambar : FreeGreatPicture.com

Sumber gambar : FreeGreatPicture.com

Jika Anda menggunakan alat bantu visual seperti PowerPoint, maka itu termasuk salah satu dalam bagian ini. Bagaimana penggunaan huruf, pemilihan warna, penggunaan gambar, dll.

Gunakanlah huruf yang mudah dibaca hingga audiens yang paling belakang. Ketahui dengan pasti tempat presentasi Anda, seberapa besar. Ini untuk memastikan bahwa besar huruf yang Anda gunakan dapat terbaca dengan baik oleh semua audiens yang hadir di posisi manapun mereka duduk.

Perhatikan kontras warna latar dengan warna huruf, juga perhatikan kesesuaian kombinasi warna yang digunakan.

Ada tips soal kombinasi warna ini,

Jika ruangan besar maka gunakanlah latar gelap dengan huruf terang. Sebaliknya jika ruangan kecil, Anda boleh menggunakan latar terang dengan huruf gelap.
Jika ruangan presentasi agak gelap, gunakan latar gelap dengan tulisan terang. Sebaliknya, untuk ruangan yang terang gunakan latar putih atau terang dengan tulisan warna gelap.

Silakan dicoba sendiri untuk melihat pengaruhnya.

Jika memakai gambar, gunakan yang beresolusi tinggi agar ketika ditampilkan gambar tidak pecah. Jangan asal mengubah besar gambar tanpa memperhatikan proporsi, sehingga gambar malah tampak aneh. Hal-hal kecil seperti ini dapat merusak perhatian audiens.

Hindari tabel atau angka-angka, lebih baik menampilkan grafik. Grafik dengan pemilihan yang tepat akan dapat membantu audiens menangkap dengan cepat maksud atau pesan yang ingin disampaikan. Kalau terpaksa menampilkan angka atau tabel, upayakan ditampilkan dengan simpel.

Lebih luas dari itu, desain tempat presentasi harus menjamin kenyamanan Anda dan audiens untuk berinteraksi.

Great Delivery / Penyampaian yang Memikat

Sumber gambar : huffingtonpost.com

Sumber gambar : huffingtonpost.com

Ini adalah bagaimana cara Anda membawakan presentasi.

Bagaimana menyampaikan pesan secara verbal dan non-verbal. Yang termasuk non-verbal adalah pemanfaatan tinggi rendah suara, bahasa tubuh, kontak mata, dan bagaimana berinteraksi dengan audiens.

Lakukanlah presentasi Anda dengan antusias. Jika Anda antusias, audienspun akan ikut semangat dan terpikat untuk mendengarkan Anda hingga akhir.

Itulah 3 komponen presentasi yang baik. Semakin baik Anda membuat ketiganya, semakin baik pulalah presentasi Anda.

Dimana titik beratnya?

Mungkin ada yang bertanya apakah harus berimbang ketiga komponen tersebut atau boleh ada pengutamaan?

Saya sendiri selalu berusaha membuatnya berimbang, karena ketiganya memang saling mendukung. Bahan bagus, desain menarik, namun jika Anda membawakannya dengan biasa saja atau membosankan, maka audiens akan meninggalkan Anda.

Anda hebat melakukan presentasi, desain slide juga memikat, namun jika materi yang ditampilkan biasa-biasa saja, maka audiens pun akan meninggalkan Anda.

Presentasi yang baik adalah presentasi yang berhasil membuat audiens bersama Anda dari awal hingga akhir presentasi.

Mari kita lihat contoh Steve Jobs.

Mungkin ada pembaca yang bertanya, mengapa mesti Steve Jobs yang dijadikan contoh? Mungkin pernah membaca beberapa blog tentang presentasi dan Steve Jobs selalu menjadi contoh.

Ini karena Steve Jobs memang berbeda dalam presentasinya dengan petinggi IT lainnya.

Nah, kembali ke topik.

Steve Jobs juga selalu berusaha membuatnya berimbang. Kalau Anda pernah melihat salah satu video presentasinya di Youtube, nampak jelas bahan presentasinya selalu dikemas dalam desain yang menarik dan gaya penyampaian yang menarik pula.

Bagi Anda yang ingin meningkatkan keterampilannya melakukan presentasi yang baik, materi training presentasi kami disusun untuk mencakup ketiga komponen di atas.

Peserta training akan dapat memilah kemudian menyusun bahan presentasinya dalam desain yang menarik, serta dilatih untuk menyampaikannya dengan baik.

Pernahkah Anda melakukan evaluasi terhadap presentasi yang Anda bawakan?

Bagaimana menurut Anda, apakah sudah mencakup ketiga komponen di atas?

Apakah sudah bisa dikatakan sebagai presentasi yang baik?